Header Ads

Jelang Pemilu 2019, PB HMI Pilih Netral dan Bebaskan Kader Menentukan Sikap Politik

PB HMI Pilih Netral dan Bebaskan Kader Menentukan Sikap Politik
Ketua Umum (Ketum) PB HMI, Saddam Al Jihad memberikan sambutan dalam Rakernar II, PB HMI Pilih Netral dan Bebaskan Kader Menentukan Sikap Politik (Foto : PB HMI)
Mengawali tahun baru 2019, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengadakan Rapat Kerja Nasional II (Rakernas) yang dilaksanakan di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kota Cimahi, Sabtu (5/1/2019). Disela Rakernas tersebut Ketua Umum (Ketum) PB HMI, Saddam Al Jihad mengatakan bahwa dalam Pemilu 2019 nanti PB HMI Netral dan tidak memihak kubu manapun.

Baca juga : Bela Muslim Uighur, PB HMI Usir Dubes China

"HMI dalam posisi pilihan politik independen, netralitas. Jadi dalam posisi itu politik yang kita bangun adalah politik kebangsaan, politik keumatan atau politik yang sifatnya untuk mengintegrasikan antara keumatan dan kebangsaan," ungkap Saddam, seperti dikutip aksimahasiswa dari tribunnews.com, Senin (7/1/2019).

Namun Saddam juga membebaskan kader HMI untuk menentukan pilihan politik, asalkan tidak membawa nama organisasi. Selain itu, dia juga meminta kepada seluruh kader HMI yang menjadi calon legislatif (caleg) agar bersedia mundur. Hal itu untuk menjaga agar HMI tidak terjebak dalam politik praktis.

Baca juga : Persiapkan Kader Dakwah, LDMI HMI Cabang Batam Adakan Kajian Ilmiah

"Dalam urusan politik posisi HMI berdiri ditengah-tengah dan kita juga melakukan penguatan di internal kalau ada kader HMI yang ingin terlibat politik dipersilahkan untuk mundur," lanjutnya.

Menyambut pelaksanaan pesta demokrasi tahun 2019 ini, PB HMI juga membuat program HMI Kawal Pemilu yang sudah mendapatkan pengesahan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Program ini dibuat karena kepedulian PB HMI dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa akibat dinamika yang terbangun selama tahapan Pilpres 2019.

Baca juga : Evaluasi Program Wali Kota, Mahasiswa Sukabumi Kepung Gedung Setda Kota Sukabumi

"Jadi HMI memiliki program 'Kawal Demokrasi' untuk menghindari adanya berita hoaks dan saya kira hal itulah yang paling penting," ujar Saddam, seperti dikutip aksimahasiswa dari tribunnews.com, Senin (7/1/2019).

Saddam juga berpesan kepada seluruh kader HMI agar mewaspadai dan menghindari kabar hoaks. Salah satunya adalah dengan melakukan konfirmasi informasi, tidak menelan informasi mentah-mentah sebelum dilakukan konfirmasi. PB HMI juga mendukung aparat dalam memberantas hoaks yang ada di Indonesia, karena mengancam persatuan bangsa.



No comments